Ruangan Harry Wirawan untuk Perkosa Muridnya Pakai Kunci Canggih
Hotel Berbintang Kalah! Ruangan Harry Wirawan untuk Perkosa Muridnya Pakai Kunci Canggih
Herry Wirawan kini menjadi sorotan publik. Banyak pihak yang hendak menggali lebih dalam tentang aksi bejatnya yang menghamili 21 muridnya dengan rentang waktu yang cukup lama.
Kini, fakta-fakta mulai terkuak. Teranyar, ruangan Herry Wirawan yang digunakan untuk memperkosa puluhan muridnya itu menggunakan kunci canggih.
Hal itu diungkap oleh Undang, Ketua Rukun Tetangga (RT) 5, Kelurahan Pasir Biru, Cibiru, Bandung. Informasi yang dibeberkan Undang berawal saat ia mendampingi polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di salah satu lokasi tempat Herry Wirawan memerkosa remaja perempuan.
Meski Herry Wirawan melakukan aksi bejatnya itu sejak tahun 2016 lalu, namun baru terungkap ke publik pada tahun 2021.
Kasus yang sudang terlanjur menyedot perhatian publik secara luas itu pun kemudian ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian.
Pada pertengahan tahun 2021 lalu, polisi pun mulai menggali informasi dan barang bukti lebih dalam lagi dengan mi melakukan olah TKP.
Pada saat mendampingi polisi tersebut, Undang menyaksikan bagaimana pintu di ruangan Herry Wirawan memiliki kunci yang sangat canggih.
"Lebih-lebih dari hotel (canggihnya)," kata Undang.
Polisi yang melihat canggihnya kunci itu pun langsung kaget. "Kata polisi, 'Pejabat juga gak gini-gini amat.' Katanya, yang bisa buka kunci itu cuma Pak Herry dan murid-muridnya," tutur Undang.
Lebih lanjut, Undang menceritakan bahwa saking canggihnya pintu ruangan Herry Wirawan, tak banyak yang bisa masuk, kecuali orang tertentu yang memang sudah mengantongi kode tertentu untuk membuka pintu tersebut.
Ia pun juga menuturkan bahwa ruangan yang diduga menjadi praktek Herry Wirawan merenggut kehormatan muridnya itu hanya ada dua. "Kalau tidak salah ingat, hanya 2 ruangan yang dilengkapi kunci itu. Ruangan Pak Herry dan ruangan belajar," ucap Undang.
Masih berdasarkan informasi yang digali oleh Pikiran-rakyat.com pada saat terjun langsung ke TKP tersebut, tampak bangunan berkelir biru langit itu sudah tak berpenghuni dan terbengkalai.
Menurut penuturan warga sekitar, TKP itu sudah kosong sejak polisi melakukan olah TKP di sana dan menyegelnya.
Selain melakukan pemerkosaan terhadap santriwati, Herry Wirawan juga diduga menggelapkan dana bantuan pemerintah untuk menyewa hotel dan apartemen saat beraksi.
Hal itu seperti diungkapkan Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Asep Mulyana pada konferensi pers yang digelar 9 Desember 2021.
"Ada dugaan-dugaan kami (berdasarkan informasi) dari teman-teman intelijen setelah mengumpulkan data dan penyelidikan, ada dugaan (HW) menyalahgunakan dana yang berasal dari bantuan pemerintah untuk misalnya menyewa apartemen, hotel, dan sebagainya," kata Asep.***

Komentar
Posting Komentar